Senin, 12 Desember 2016

5 Cara Mengurangi Korupsi dan 5 Tempat Korupsi Sering Terjadi

Jumlah koruptor maupun uang yang dikorupsi di negara ini sudah mencapai angka yang sangat menghawatirkan. Secara luas, korupsi sebenarnya tidak hanya terpaku pada penyelewengan uang atau penggunaan kekuasaan untuk memperkaya diri sendiri melainkan juga korupsi bisa berarti mengulur-ulur waktu, menyalahgunakan jabatan, dan lain-lain.

Ngomong-ngomong soal korupsi, setidaknya ada 5 cara efektif untuk mengurangi korupsi yang sangat ditekankan diantaranya adalah:
 
1. Melalui pendidikan
Cara yang pertama dan yang paling efektif untuk mengurangi tindak korupsi yang dilakukan oleh para pejabat baik swasta maupun pemerintahan adalah melalui pendidikan. Memberikan pengetahuan khusus mengenai tindakan korupsi baik cara mencegah, cara menghindari, cara melaporkan, hingga hukuman-hukuman yang akan diterima jika melakukan tindakan korupsi adalah salah satu cara terbaik untuk mengurangi jumlah korosi. 

Selain itu, calon pemimpin yang akan datang yang saat ini masih duduk di bangku sekolah juga bisa diberikan pendidikan mengenai pentingnya mencegah dan menghindarkan diri mereka dari tindakan korupsi serta mereka juga harus diberi pendidikan mengenai hukum di Indonesia.
 
2. Melalui keluarga
Selain melalui pendidikan di sekolah atau melalui pendidikan pendidikan umum, tindakan korupsi juga bisa dicegah melalui lingkungan terkecil yaitu keluarga. Di dalam keluarga, Ada banyak hal yang bisa dipelajari oleh anggota keluarga khususnya anak-anak agar mereka tumbuh dan berkembang dengan baik serta bisa menghindari diri dari melakukan tindakan tidak terpuji atau ketidakjujuran seperti korupsi.

Di antara beberapa hal penting yang dianggap sebagai nilai-nilai paling tepat untuk menjauhkan anak atau keluarga dari korupsi adalah: nilai-nilai kejujuran, kepedulian, kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, gaya hidup sederhana, keberanian, dan sifat keadilan.
 
3. Meningkatkan gaji karyawan
Yang ketiga yang efektif untuk mengurangi jumlah korupsi adalah dengan meningkatkan gaji karyawan agar mereka tidak mudah diiming-imingi dengan suap atau tidak mudah terpancing untuk melakukan penyelewengan karena kebutuhan yang tidak terpenuhi.
 
4. Pengawasan dan kontrol yang ketat
Orang yang diperintah dan orang yang memerintah harus memiliki komunikasi yang baik dan lancar. Karena salah satu penyebab mengapa korupsi masih merajalela adalah karena kurangnya pengawasan, kurangnya kontrol, atau karena tidak banyak tindakan korupsi yang ketahuan.
 
5. Menanamkan sifat suka bekerja keras
Orang yang tidak suka bekerja keras sangat dekat dengan tindakan korupsi karena mereka selalu ingin mendapatkan hasil (kekayaan) dengan cara yang instan dan cepat. Sehingga potensi untuk menyelewengkan dan menyalahgunakan jabatan sangat besar.
 
Tempat-tempat dimana korupsi sering terjadi
1. Badan Pertanahan
Di Indonesia, salah satu tempat dimana korupsi seringkali terjadi, salah satunya adalah di badan perpajakan. Namun saat ini karena sistem dan kontrol yang semakin ketat, tempat tersebut kemudian berkurang. Dan yang masih menjadi sarang para koruptor saat ini adalah badan pertanahan dimana seringkali terjadi sengketa tanah atau jual beli tanah serta pengurusan tanah yang kadangkala sangat ribet, bertele-tele, atau bahkan harus mengeluarkan biaya yang banyak untuk membuat sertifikat dan lain-lain.
 
2. Di Pusat pelayanan kesehatan
Tempat lain dimana korupsi sering terjadi adalah di sektor medis. Bagaimana bisa? Saat ini ada banyak rumah sakit milik pemerintah atau puskesmas di desa-desa dan kota-kota yang seharusnya memiliki dokter untuk mengobati masyarakat.

Namun sayangnya, seringkali di rumah sakit atau di Puskesmas tidak ada dokter atau tidak ada perawat yang tepat yang bisa menangani berbagai keluhan masyarakat. Bahkan, saat ini sudah mulai banyak dokter yang membuka klinik atau praktek pribadi di rumah maupun di tempat-tempat tertentu sehingga, Rumah Sakit Umum kadang-kadang kekurangan dokter, kekurangan obat-obatan, atau bahkan tidak bisa menangani keluhan mengenai kesehatan masyarakat.
 
3. Departemen perpajakan
Walaupun sistem pembayaran pajak sudah dirubah, namun tetap saja ada banyak celah yang bisa dimanfaatkan oleh pegawai pajak untuk memeras atau untuk melakukan tindakan korupsi. Pegawai-pegawai yang tidak jujur seringkali menyelewengkan uang dengan berbagai alasan dalam jumlah yang tidak sedikit.
 
4. Penegak hukum
Penegak hukum salah satunya adalah polisi merupakan tempat dimana praktek korupsi masih sering terjadi. Sogok-menyogok kadangkala kita lihat dan kita saksikan atau kita alami sendiri dalam berbagai kejadian. Ini adalah salah satu tempat yang membutuhkan reformasi untuk menghilangkan dan mengurangi tindak korupsi.
 
5. Departemen kehakiman
Tempat terakhir dan tempat yang juga paling banyak atau paling sering terjadi tindak korupsi adalah di departemen kehakiman. Dimana sering kita dengar tersangka atau orang-orang tertentu bisa melakukan penyogokan terhadap hakim sehingga penegak hukum bisa mengeluarkan keputusan yang dapat meringankan mereka atau menguntungkan.

Itulah 5 tips mengurangi korupsi dan tempat-tempat yang paling rawan untuk korupsi. Semoga saja dengan adanya tulisan ini, pembaca bisa mengambil manfaat terutama untuk mengurangi dan memberantas korupsi. 

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Hari Anti Korupsi Internasional yang diselenggarakan KPK dan Blogger Bertuah Pekanbaru.


 

Teori Nativisme

Nativisme berasal dari kata Nativus yang berarti kelahiran. Teori ini muncul dari filsafat nativisma (terlahir) sebagai suatu bentuk dari filsafat idealisme dan menghasilkan suatu pandangan bahwa perkembangan anak ditentukan oleh hereditas, pembawaan sejak lahir, dan faktor alam yang kodrati. Pelopor aliran Nativisme adalah Arthur Schopenhauer seorang filosof Jerman yang hidup tahun 1788-1880. Aliran ini berpendapat bahwa perkembangan individu ditentukan oleh bawaan sejak ia dilahirkan. 

Faktor linkungan sendiri dinilai kurang berpengaruh terhadap perkembangan dan pendidikan anak. Pada hakekatnya aliran Nativisme bersumber dari Leibnitzian Tradition, sebuah tradisi yang menekankan pada kemampuan dalam diri seorang anak. Hasil perkambangan ditentukan oleh pembawaan sejak lahir dan genetik dari kedua orang tua.

Tips Menghadapi Ujian

Ujian Nasional (UN), sejak dari pertama diberlakukan sampai sekarang belum lepas dari kontroversi. Ada pihak yang mendukung terhadap pelaksanaan UN, tapi juga tidak sedikit pihak yang menyayangkan atas diberlakukannya UN dan meghendaki UN sebaiknya ditiadakan. Tetapi walau demikian adanya pemerintah tetap pada keputusan untuk melaksanakan UN sebagai salah satu standar kelulusan.

Walapun demikian adanya, kita sebagai pendidik, orang tua ataupun siswa tidak perlu berpolemik terhadap hal tersebut, toh UN tetap akan dilaksanakan dan kita akan menghadapinya. Yang harus kita lakukan sekarang adalah mempersiapkan matang-matang untuk menghadapinya. Dengan harapan hasil yang akan kita capai sesuai dengan apa yang kita harapkan. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan baik itu orang tua, sekolah, ataupun siswa itu sendiri:

Sepuluh (10) Kepribadian Orang Sukses

Suatu KESUKSESAN memiliki banyak definisi dan variasi tolok ukur. Beberapa dari kita meyakini, bahwa kesuksesan berarti mencapai posisi tertinggi di kantor, variasi lainnya bermakna memiliki kecukupan finansial tertentu. Ada sebagian lagi mewujudkan kesuksesan sebagai sebuah predikat penghargaan dari kolega dan khalayak atas prestasinya. Dari bermacam definisi dan tolok ukur itu, satu hal yang dapat disimpulkan bahwa kesuksesan merupakan pencapaian impian melalui sebuah proses terstruktur dan terencana. 


Contohnya, si A mendefinisikan sukses jika dia mampu mencapai manajer pemasaran di tempat kerjanya. Usaha untuk “memuluskan” kesuksesan tersebut, A memutuskan untuk belajar kembali di institusi pendidikan S2 dan mengikuti beberapa seminar pemasaran. Tentu saja, banyak hal yang perlu dipersiapkan, baik itu material dan sikap pribadinya. Bentuk material berupa dana dan waktu merupakan hal yang pasti harus dipersiapkan, lalu perlu juga ditunjang dengan sikap pribadi dalam menyikapi proses pencapaian kesuksesan itu sendiri.

Memahami & Menolong Siswa Yang Kurang PD

DESKRIPSI KASUS 
Lia (bukan nama sebenarnya) adalah siswa kelas I SMU Favorit Salatiga yang barusan naik kelas II. Ia berasal dari keluarga petani yang terbilang cukup secara sosial ekonomi di desa pedalaman + 17 km di luar kota Salatiga, sebagai anak pertama semula orang tuanya berkeberatan setamat SLTP anaknya melanjutkan ke SMU di Salatiga; orang tua sebetulnya berharap agar anaknya tidak perlu susah-sudah melanjutkan sekolah ke kota, tapi atas bujukan wali kelas anaknya saat pengambilan STTB dengan berat merelakan anaknya melanjutkan sekolah.

Pertimbangan wali kelasnya karena Lia terbilang cerdas diantara teman-teman yang lain sehingga wajar jika bisa diterima di SMU favorit. Sejak diterima di SMU favorit di satu fihak Lia bangga sebagai anak desa toh bisa diterima, tetapi di lain fihak mulai minder dengan teman-temannya yang sebagian besar dari keluarga kaya dengan pola pergaulan yang begitu beda dengan latar belakang Lia. 

Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget

PENGERTIAN
Kognitif adalah proses yang terjadi secara internal di dalam pusat susunan saraf pada waktu manusia sedang berpikir (Gagne dalam Jamaris, 2006). Istilah “Cognitive” berasal dari kata cognition artinya adalah pengertian, mengerti. Pengertian yang luasnya cognition (kognisi) adalah perolehan, penataan, dan penggunaan pengetahuan (Neisser, 1976). Dalam pekembangan selanjutnya, kemudian istilah kognitif ini menjadi populer sebagai salah satu wilayah psikologi manusia / satu konsep umum yang mencakup semua bentuk pengenalan yang meliputi setiap perilaku mental yang berhubungan dengan masalah pemahaman, memperhatikan, memberikan, menyangka, pertimbangan, pengolahan informasi, pemecahan masalah, kesengajaan, pertimbangan, membayangkan, memperkirakan, berpikir dan keyakinan. Termasuk kejiwaan yang berpusat di otak ini juga berhubungan dengan konasi (kehendak) dan afeksi (perasaan) yang bertalian dengan rasa. Menurut para ahli jiwa aliran kognitifis, tingkah laku seseorang itu senantiasa didasarkan pada kognisi, yaitu tindakan mengenal atau memikirkan situasi dimana tingkah laku itu terjadi.

Implikasi Teori Kognitif Piaget Dalam Pembelajaran

Menurut Piaget, perkembangan kognitif sebagian besar bergantung kepada seberapa jauh anak aktif memanipulasi dan aktif berinteraksi dengan lingkungannya, yaitu bagaimana anak secara aktif mengkontruksi pengentahuannya. Pengetahuan datang dari tindakan . 

menurut teori Piaget pengalaman-pengalaman fisik dan manipulasi lingkungan penting bagi terjadinya perubahan perkembangan. Sementara itu bahwa interaksi sosial dengan teman sebaya, khususnya berargumentasi dan berdiskusi membantu memperjelas pemikiran yang pada akhirnya memuat pemikiran itu menjadi lebih logis. Berikut ini adalah implikasi teori Piaget dalam pembelajaran: