Jumlah koruptor maupun uang yang dikorupsi di negara ini sudah mencapai angka yang sangat menghawatirkan. Secara luas, korupsi sebenarnya tidak hanya terpaku pada penyelewengan uang atau penggunaan kekuasaan untuk memperkaya diri sendiri melainkan juga korupsi bisa berarti mengulur-ulur waktu, menyalahgunakan jabatan, dan lain-lain.
Ngomong-ngomong soal korupsi, setidaknya ada 5 cara efektif untuk mengurangi korupsi yang sangat ditekankan diantaranya adalah:
1. Melalui pendidikan
Cara yang pertama dan yang paling efektif untuk mengurangi tindak korupsi yang dilakukan oleh para pejabat baik swasta maupun pemerintahan adalah melalui pendidikan. Memberikan pengetahuan khusus mengenai tindakan korupsi baik cara mencegah, cara menghindari, cara melaporkan, hingga hukuman-hukuman yang akan diterima jika melakukan tindakan korupsi adalah salah satu cara terbaik untuk mengurangi jumlah korosi.
Cara yang pertama dan yang paling efektif untuk mengurangi tindak korupsi yang dilakukan oleh para pejabat baik swasta maupun pemerintahan adalah melalui pendidikan. Memberikan pengetahuan khusus mengenai tindakan korupsi baik cara mencegah, cara menghindari, cara melaporkan, hingga hukuman-hukuman yang akan diterima jika melakukan tindakan korupsi adalah salah satu cara terbaik untuk mengurangi jumlah korosi.
Selain itu, calon pemimpin yang akan datang yang saat ini masih duduk di bangku sekolah juga bisa diberikan pendidikan mengenai pentingnya mencegah dan menghindarkan diri mereka dari tindakan korupsi serta mereka juga harus diberi pendidikan mengenai hukum di Indonesia.
2. Melalui keluarga
Selain melalui pendidikan di sekolah atau melalui pendidikan pendidikan umum, tindakan korupsi juga bisa dicegah melalui lingkungan terkecil yaitu keluarga. Di dalam keluarga, Ada banyak hal yang bisa dipelajari oleh anggota keluarga khususnya anak-anak agar mereka tumbuh dan berkembang dengan baik serta bisa menghindari diri dari melakukan tindakan tidak terpuji atau ketidakjujuran seperti korupsi.
Selain melalui pendidikan di sekolah atau melalui pendidikan pendidikan umum, tindakan korupsi juga bisa dicegah melalui lingkungan terkecil yaitu keluarga. Di dalam keluarga, Ada banyak hal yang bisa dipelajari oleh anggota keluarga khususnya anak-anak agar mereka tumbuh dan berkembang dengan baik serta bisa menghindari diri dari melakukan tindakan tidak terpuji atau ketidakjujuran seperti korupsi.
Di antara beberapa hal penting yang dianggap sebagai nilai-nilai paling tepat untuk menjauhkan anak atau keluarga dari korupsi adalah: nilai-nilai kejujuran, kepedulian, kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, gaya hidup sederhana, keberanian, dan sifat keadilan.
3. Meningkatkan gaji karyawan
Yang ketiga yang efektif untuk mengurangi jumlah korupsi adalah dengan meningkatkan gaji karyawan agar mereka tidak mudah diiming-imingi dengan suap atau tidak mudah terpancing untuk melakukan penyelewengan karena kebutuhan yang tidak terpenuhi.
Yang ketiga yang efektif untuk mengurangi jumlah korupsi adalah dengan meningkatkan gaji karyawan agar mereka tidak mudah diiming-imingi dengan suap atau tidak mudah terpancing untuk melakukan penyelewengan karena kebutuhan yang tidak terpenuhi.
4. Pengawasan dan kontrol yang ketat
Orang yang diperintah dan orang yang memerintah harus memiliki komunikasi yang baik dan lancar. Karena salah satu penyebab mengapa korupsi masih merajalela adalah karena kurangnya pengawasan, kurangnya kontrol, atau karena tidak banyak tindakan korupsi yang ketahuan.
Orang yang diperintah dan orang yang memerintah harus memiliki komunikasi yang baik dan lancar. Karena salah satu penyebab mengapa korupsi masih merajalela adalah karena kurangnya pengawasan, kurangnya kontrol, atau karena tidak banyak tindakan korupsi yang ketahuan.
5. Menanamkan sifat suka bekerja keras
Orang yang tidak suka bekerja keras sangat dekat dengan tindakan korupsi karena mereka selalu ingin mendapatkan hasil (kekayaan) dengan cara yang instan dan cepat. Sehingga potensi untuk menyelewengkan dan menyalahgunakan jabatan sangat besar.
Tempat-tempat dimana korupsi sering terjadi
1. Badan Pertanahan
Di Indonesia, salah satu tempat dimana korupsi seringkali terjadi, salah satunya adalah di badan perpajakan. Namun saat ini karena sistem dan kontrol yang semakin ketat, tempat tersebut kemudian berkurang. Dan yang masih menjadi sarang para koruptor saat ini adalah badan pertanahan dimana seringkali terjadi sengketa tanah atau jual beli tanah serta pengurusan tanah yang kadangkala sangat ribet, bertele-tele, atau bahkan harus mengeluarkan biaya yang banyak untuk membuat sertifikat dan lain-lain.
Di Indonesia, salah satu tempat dimana korupsi seringkali terjadi, salah satunya adalah di badan perpajakan. Namun saat ini karena sistem dan kontrol yang semakin ketat, tempat tersebut kemudian berkurang. Dan yang masih menjadi sarang para koruptor saat ini adalah badan pertanahan dimana seringkali terjadi sengketa tanah atau jual beli tanah serta pengurusan tanah yang kadangkala sangat ribet, bertele-tele, atau bahkan harus mengeluarkan biaya yang banyak untuk membuat sertifikat dan lain-lain.
2. Di Pusat pelayanan kesehatan
Tempat lain dimana korupsi sering terjadi adalah di sektor medis. Bagaimana bisa? Saat ini ada banyak rumah sakit milik pemerintah atau puskesmas di desa-desa dan kota-kota yang seharusnya memiliki dokter untuk mengobati masyarakat.
Tempat lain dimana korupsi sering terjadi adalah di sektor medis. Bagaimana bisa? Saat ini ada banyak rumah sakit milik pemerintah atau puskesmas di desa-desa dan kota-kota yang seharusnya memiliki dokter untuk mengobati masyarakat.
Namun sayangnya, seringkali di rumah sakit atau di Puskesmas tidak ada dokter atau tidak ada perawat yang tepat yang bisa menangani berbagai keluhan masyarakat. Bahkan, saat ini sudah mulai banyak dokter yang membuka klinik atau praktek pribadi di rumah maupun di tempat-tempat tertentu sehingga, Rumah Sakit Umum kadang-kadang kekurangan dokter, kekurangan obat-obatan, atau bahkan tidak bisa menangani keluhan mengenai kesehatan masyarakat.
3. Departemen perpajakan
Walaupun sistem pembayaran pajak sudah dirubah, namun tetap saja ada banyak celah yang bisa dimanfaatkan oleh pegawai pajak untuk memeras atau untuk melakukan tindakan korupsi. Pegawai-pegawai yang tidak jujur seringkali menyelewengkan uang dengan berbagai alasan dalam jumlah yang tidak sedikit.
Walaupun sistem pembayaran pajak sudah dirubah, namun tetap saja ada banyak celah yang bisa dimanfaatkan oleh pegawai pajak untuk memeras atau untuk melakukan tindakan korupsi. Pegawai-pegawai yang tidak jujur seringkali menyelewengkan uang dengan berbagai alasan dalam jumlah yang tidak sedikit.
4. Penegak hukum
Penegak hukum salah satunya adalah polisi merupakan tempat dimana praktek korupsi masih sering terjadi. Sogok-menyogok kadangkala kita lihat dan kita saksikan atau kita alami sendiri dalam berbagai kejadian. Ini adalah salah satu tempat yang membutuhkan reformasi untuk menghilangkan dan mengurangi tindak korupsi.
Penegak hukum salah satunya adalah polisi merupakan tempat dimana praktek korupsi masih sering terjadi. Sogok-menyogok kadangkala kita lihat dan kita saksikan atau kita alami sendiri dalam berbagai kejadian. Ini adalah salah satu tempat yang membutuhkan reformasi untuk menghilangkan dan mengurangi tindak korupsi.
5. Departemen kehakiman
Tempat terakhir dan tempat yang juga paling banyak atau paling sering terjadi tindak korupsi adalah di departemen kehakiman. Dimana sering kita dengar tersangka atau orang-orang tertentu bisa melakukan penyogokan terhadap hakim sehingga penegak hukum bisa mengeluarkan keputusan yang dapat meringankan mereka atau menguntungkan.
Tempat terakhir dan tempat yang juga paling banyak atau paling sering terjadi tindak korupsi adalah di departemen kehakiman. Dimana sering kita dengar tersangka atau orang-orang tertentu bisa melakukan penyogokan terhadap hakim sehingga penegak hukum bisa mengeluarkan keputusan yang dapat meringankan mereka atau menguntungkan.
Itulah 5 tips mengurangi korupsi dan tempat-tempat yang paling rawan untuk korupsi. Semoga saja dengan adanya tulisan ini, pembaca bisa mengambil manfaat terutama untuk mengurangi dan memberantas korupsi.
Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Hari Anti Korupsi Internasional yang diselenggarakan KPK dan Blogger Bertuah Pekanbaru.



